Akhirnya petualangan mereka pun berlanjut. Sapphire seringkali merasa bahwa laut (INGO) memanggilnya dan tanpa sadar ia sudah berada di tengah kedalaman laut bersama teman baru nya, seorang putra duyung dari kaum Mer bernama Faro, dan Elfira yaitu kaum Mer yang sering dilihat Saphire sedang ngobrol dengan Connor.
Demikian cerita saya tentang INGO, saya bukan pencerita yang baik ^^ hihi jadi maaf kalo ceritanya gantung, tapi jujur dari hati yang paling dalam, yang menjadi fokus saya sebenarnya bukan kisahnya, bukan ceritanya, tapi bagaimana novel ini menggambarkan keindahan bawah laut, berenang bersama lumba-lumba, duduk di pasir bawah laut, bermain dengan ombak dan arus.. imaginasi saya terlalu liar untuk hal-hal seperti ini *halah lebay gak yah*. Saya sangat menikmati novel ini, setiap kata nya mengenai laut seakan hidup.
Oh iya, lanjutan dari INGO adalah The Tide Knot yang menjadi quote dari postingan saya sebelumnya, kali ini saya sengaja ngutip langsung dari back cover bukunya aja yah biar bagusan dikit :
Sapphire dan Conor tak bisa melupakan petualangan mereka di INGO, dunia bawah laut yang misterius dan begitu memikat. Mereka ingin bertemu lagi dengan teman-teman Mer mereka, Faro dan Elfira.
Tapi sekarang Sapphire dan Connor sudah pindah dari rumah mereka di dekat ceruk yang menjadi pintu masuk ke INGO. Ibu mereka ingin memulai hidup baru di kota pantai St.Pirans, jauh dari kenangan tentang ayah mereka yang hilang di laut setahun sebelumnya.
Namun ada bahawa yang mengintai jauh di bawah permukaan laut, di tempat makhluk Mer yang paling bijak, Saldowr, menjaga simpul ombak. INGO sedang gelisah dan tak lama lagi Sapphire dan Conor akan mendengar panggilan dari laut dalam.
====================================================================
Yah, demikian yang tertulis di belakang bukunya.
Thanks to my abang, buku ini dibeliin sama dia hehehe..
Kali ini, ceritanya agak sedikit serius, karena akhirnya mereka mulai mencari ayah mereka yang hilang, lebih serius daripada buku yang pertama, well dan ketika akhirnya mengetahui ayahnya ternyata benar ada di INGO, wew mereka shock berat, karena ayahnya telah berkeluarga disana a.k.a sudah menjadi penduduk Mer juga, memiliki istri dan bayi, melihat kenyataan ini Sapphire dan Connor gak bisa berbuat apa-apa, tetapi mereka tetap menerima, apalagi akhirnya tahu bahwa Elfira dan Faro masih menjadi saudara mereka.
Klimaks laiinnya adalah, bahwa simpul ombak terbuka, dan apa artinya ituuu.. tsunami.. ombak mengamuk, dan Ingo ingin menguasai daratan selama beberapa jam, dan di beberapa jam tersebut adalah tugas Sapphire, Connor, Faro dan Elfira untuk memasang kembali kunci-kunci ombak pada tempatnya.
Masih ada dua buku lanjutan dai Ingo dan Tide Knot, yaitu The Deep kalau saya gak salah, buku ini belum ada terjemahannya di Indonesia, tapi udah published di luar dai bulan Mei lalu, hix.. mau nekat baca yang bahasa inggris tapi ko ya gak tega hahay bilang aja maless... nih cover nya *dari hasil googling*

Dari hasil penelurusan yang saya dapat, novel ini ceritanya begini :
*kalo saya yang terjemahin ntar kaku mending gini aja yaah* ^^
Sapphire, the young teenage heroine of this book, finds that her mixed Mer and human blood enables her to travel into the underwater world of Ingo, and to communicate with Mer people and with sea creatures. Her brother Conor can navigate both worlds as well, with the help of the Mer boy Faro who has befriended them.
Sapphire and Conor struggle with their conflicting desires for both the world of air and the world of water. They keep this agonizing from their mother, who has only human blood. Their father Mathew gave in to his Mer blood two years prior, and left them for Ingo and for a Mer woman. Their mother now has a boyfriend, Roger, but life has been hard for her.
Under Ingo is “The Deep,” the forbidding dark underbelly of the ocean in which the Kraken, or sea monster, occasionally awakens and wreaks havoc on the world. Previously Kraken has required the sacrifice of two Mer children to go back to sleep. This time, the Mer ask the part-humans to try and subdue Kraken without a sacrifice (the Mer themselves are unable to go into The Deep). Sapphire and Conor agree to go if the giant whale (previously befriended by Sapphire) will help them get there.
Sapphire is sensitive, courageous, and loyal. Her family, living part-time in a fairy world, nevertheless seems endearingly “human.” She learns some important lessons in her quest to help the Mer: that “different” doesn’t mean “evil” though some would make it so, and that it’s easier to hate someone to whom you affix a dehumanizing label rather than accepting that reality is more complex. As Sapphire says, “I want monsters to stay monsters. It’s easier to think of the Kraken as a monster than to believe he might be like us. Or even worse, that we might be like him.”
====================================================================
Well, thats it for today..
Sekarang tinggal duduk manis dan menunggu novel ketiga dan keempat untuk muncul di Indonesiaa..cepeet yaa...cant hardly wait ^^