quote of the month

Wanita, dimadu ga mau, diracun apalagi. "Whatever you give to a woman, she will make greater. If u give her sperm, she'll give u a baby. If u give her a house, she'll give u a home. If u give her groceries, she'll give u a meal. If u give her a smile, she'll give u her heart. She multiplies and enlar......ges what is given to her. So, if u give her any crap, be ready to receive a ton of sh*t !!"

Coba Katakan  

Tuesday, November 24, 2009

coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan,
janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan,dari apa yang dijalankan,

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana,
buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa, mewujudkan bahagia,

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

ohh.. oh.. habis sudah semua rangkai kata..
telah terungkap semua yang kurasa..
yang kuingin akhir yang bahagia.. hoo..

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka..

aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..

-Maliq n d'essentials-





no no
im not dedicating this song to someone, its just i like this song much :")
but i'm
still waiting and waiting..
to sit on together on that chairs, waiting for sunset :)
what a wonderful life


so close but still so far, im waiting for u

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


musim hujan = musim kawin..?  

Thursday, November 19, 2009

Tadi malam, saya *lagi2* menghadiri pernikahan teman SMA saya, di daerah Jakarta Timur, karena pernikahannya dilaksanakan di rumahnya, jadi rombongan teman2 SMA dipersilahkan mau pada dateng jam brapa aja, asalkan ngasih kabar dulu ke yang punya kondangan..
Rencana saya, setelah mengikuti rangkaian tes kerja, mau pulang jam 4 dan siap2 untuk dijemput, dan ternyataa..hasil nya baru bisa diumumkan jam 17.30, edaann, alhasil hujan2an di jalan berhasil bikin kepala saya pusing, untung aja teman (SMA) saya ada yang lagi lewat bilangan tebet, jadi bisa nebeng.. dan akhirnya, perjalanan dilanjutkan aja tanpa saya sempat ganti baju dan pulang ke rumah, langsung ke acara resepsi, itu juga baru sampe sana jam 20.15.. wew.. Karena kami tamu terakhir, yah, terjadilah pendudukan pelaminan, hancuurrr dahh mungkin itu penganten dah geregetan kali yah, hadooh ini anak2 belom pada pulang juga, mau beraksi jadi ketunda deh :p
padahal mah kita sengaja mo berlama2 dan mengacaukan arena pernikahan yang emang udah kacau HAHAHAH..!

Jadi cerita semalem sih, padahal intinya mau bercerita tentang pernikahan..
Well, malam itu kami kembali mendapat kejutan dari salah seorang sahabat dekat saya waktu SMA, Reny namanya, kali ini dia yang membagikan undangan pernikahannya *hrrrr keduluan lagii* ^^.. iya, jujur aja, kami selaku seangkatan IPA1 ini suka shock kalo dapet undangan dari teman2 sekelas dulu, karena kami gak pernah tau mereka punya pacar or kebanyakan juga nikahnya mendadak dan orang2 yang gak disangka2 bakal berangkat ke pelaminan duluan, abisnya kelakuan gak ada yang beress :p.. inshallah, reny bakal jadi alumni ke 6 yang nikah pada bulan Desember nanti.

question: kapan giliran saya *jaaaaaaaaahh dari hati banget* :")

Undangan kedua datang dari teman SMP saya, Dian namanya, walaupun waktu SMP jarang akrab2 sama dia, tapi kami sempet deket waktu SMA kelas 1 (lalu kelas 2 saya pindah SMA), jadi dia pun mengundang saya, dan gak disangka dan ditebak *lebay* ternyata calon suaminya yah teman SMP kami juga, haduuhhh, emang bener, jodoh gak ketebak gak nyangka, lah ko bisa sih, trus ketemu dimana mereka? sejak kapan pacarannnya? lah, kuliah nya juga belum selesai dua duanya, walaupun dah pada kerja masing-masing..mungkin itu intinya yah,belom selesai kuliah gak papa, asal dah ada pegangan secara material untuk berkeluarga.hmm..

Waktu saya bilang sama mama mengenai undangan ini, mama langsung nyengir lebarr sambil nutup koran yang tadi nya lagi dibaca.. : "iihh kamu kapaaaann naaaakk....??, mama mau donk ikut dateng ke undangan yang di TMII (Dian), pengen liaatt ^^.." yah gak bisa nolak deehh hehe..

Klo saya sendiri, namanya manusia, keinginan kadang naik kadang turun, layaknya keimanan yang sedang turun, futur. Satu waktu saya pengeen banget menggenapkan dien ini, tapi gak ada yang nawarin :p kalo lagi belum siaapp banget, ada yang nawariin ^^ . mungkin emang belom dipercaya sama Allah jadi manager nya suami kali yaah hahaha..

but i announced u all : sekarang keinginan bener2 lagi menggebu banget :) semoga jodoh hehe.. dan saya sangat berharap bahwa keinginan dan kesiapan saya nanti, bukan karena ego dan nafsu semata, tetapi karena niat hanya untuk beribadah padaNya, supaya pernikahannya gak sia2 ^^ betul betul betul betull..

Gak tahan juga, akhirnya saya beli bukunya Asma Nadia yang berjudul Muhasabah Cinta Seorang Istri, buku ini sangat merefleksikan bagaimana kehidupan berkeluarga, untuk yang belum menikah dan sudah menikah serta ingin menelusuri jejak yang terlupa begini bunyinya :


Ketika Cinta tak Lagi Indah
Saatnya menelusuri jejak yang terlupa
Di dalam buku ini ada tips2 menghadapi berbagai tipe laki-laki (suami), lucu banget deh, dari mulai suami yang sabar, suami jempol istri eror, si romantis dan si kaku, suami bete an, suami galak, suami kasar dan membosankan.. saya suka membayangkan sendiri, kalo perempuan kaya saya cocok nya sama yang mana yaah mungkin suami moody dan istri sensi :p haha! tapi emang bagus bukunya, gak ngebosenin dan gak menggurui :) must read juga nih hehe..

Seperti sering tertuang dalam undangan-undangan:
aku memang tidak sesempurna khadijah dan tidak setakwa Aisyah, tapi izinkan aku menjadi wanita akhir zaman yang berusaha untuk menjadi shalehah

quote yang lumayan berat,
tapi yakin,
there's a will there's a way

semoga kita semua mendapatkan yang terbaik
untuk dunia dan akhir dunia ini :)





AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


must read novels  

Saturday, November 14, 2009

Beberapa minggu yang lalu saya *akhirnya* membeli novel lagi, setelah melihat gramedia ko rasanya full of novel, saya tertarik dengan satu novel yang memiliki cover dengan gambar entah itu putri duyung, putra duyung, yang pasti bertemakan dunia laut dan keindahan di dalamnya, dan judulnya adalah INGO..


Novel ini berkisah tentang sebuah keluarga kecil yang terdiri dari anak laki-laki (Connor) , Saphire sebagai adiknya, ayah (Mathew) dan ibunya(lupa saya hehe), dimana suatu hari sang ayah menghilang begitu saja setelah meminta ijin di malam hari untuk berlayar.. dan dia tidak pernah kembali, baik dalam keadaan hidup ataupun mati. Seisi desa pun seakan menyepakati bahwa Mathew meniggal karena kecelakaan di laut dan kapal beserta dirinya ikut tenggelam, tetapi Sapphire yang sangat akrab dengan ayahnya meyakini bahwa ayahnya tidak meninggal, ia hanya tersesat entah dimana dan pasti akan pulang kembali dan berkumpul bersama keluarga lagi, tetapi untuk beberapa bulan, hal itu tidak pernah terjadi. Hingga pada suatu ketika, Sapphire melihat Connor sedang berbicara dengan seorang *atau seekor* perempuan yang setengah badannya adalah ekor ikan, dan sering kita menyebutnya sebagai duyung. Pada awalnya Connor gak mengakui hal ini, akan tetapi seiring berjalannya waktu, Saphire pun mengenal kaum duyung ini yang bernama kaum Mer. Sapphire dan Connor akhirnya menyadari, bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bernafas di dalam air tanpa menggunakan alat apapun..

"biarkan pikiranmu kosong dari udara, maka air laut akan bersatu dengan tubuhmu"
itu kuncinya


Akhirnya petualangan mereka pun berlanjut. Sapphire seringkali merasa bahwa laut (INGO) memanggilnya dan tanpa sadar ia sudah berada di tengah kedalaman laut bersama teman baru nya, seorang putra duyung dari kaum Mer bernama Faro, dan Elfira yaitu kaum Mer yang sering dilihat Saphire sedang ngobrol dengan Connor.

====================================================================

Demikian cerita saya tentang INGO, saya bukan pencerita yang baik ^^ hihi jadi maaf kalo ceritanya gantung, tapi jujur dari hati yang paling dalam, yang menjadi fokus saya sebenarnya bukan kisahnya, bukan ceritanya, tapi bagaimana novel ini menggambarkan keindahan bawah laut, berenang bersama lumba-lumba, duduk di pasir bawah laut, bermain dengan ombak dan arus.. imaginasi saya terlalu liar untuk hal-hal seperti ini *halah lebay gak yah*. Saya sangat menikmati novel ini, setiap kata nya mengenai laut seakan hidup.

Oh iya, lanjutan dari INGO adalah The Tide Knot yang menjadi quote dari postingan saya sebelumnya, kali ini saya sengaja ngutip langsung dari back cover bukunya aja yah biar bagusan dikit :



Sapphire dan Conor tak bisa melupakan petualangan mereka di INGO, dunia bawah laut yang misterius dan begitu memikat. Mereka ingin bertemu lagi dengan teman-teman Mer mereka, Faro dan Elfira.
Tapi sekarang Sapphire dan Connor sudah pindah dari rumah mereka di dekat ceruk yang menjadi pintu masuk ke INGO. Ibu mereka ingin memulai hidup baru di kota pantai St.Pirans, jauh dari kenangan tentang ayah mereka yang hilang di laut setahun sebelumnya.
Namun ada bahawa yang mengintai jauh di bawah permukaan laut, di tempat makhluk Mer yang paling bijak, Saldowr, menjaga simpul ombak. INGO sedang gelisah dan tak lama lagi Sapphire dan Conor akan mendengar panggilan dari laut dalam.

====================================================================

Yah, demikian yang tertulis di belakang bukunya.
Thanks to my abang, buku ini dibeliin sama dia hehehe..
Kali ini, ceritanya agak sedikit serius, karena akhirnya mereka mulai mencari ayah mereka yang hilang, lebih serius daripada buku yang pertama, well dan ketika akhirnya mengetahui ayahnya ternyata benar ada di INGO, wew mereka shock berat, karena ayahnya telah berkeluarga disana a.k.a sudah menjadi penduduk Mer juga, memiliki istri dan bayi, melihat kenyataan ini Sapphire dan Connor gak bisa berbuat apa-apa, tetapi mereka tetap menerima, apalagi akhirnya tahu bahwa Elfira dan Faro masih menjadi saudara mereka.
Klimaks laiinnya adalah, bahwa simpul ombak terbuka, dan apa artinya ituuu.. tsunami.. ombak mengamuk, dan Ingo ingin menguasai daratan selama beberapa jam, dan di beberapa jam tersebut adalah tugas Sapphire, Connor, Faro dan Elfira untuk memasang kembali kunci-kunci ombak pada tempatnya.

Masih ada dua buku lanjutan dai Ingo dan Tide Knot, yaitu The Deep kalau saya gak salah, buku ini belum ada terjemahannya di Indonesia, tapi udah published di luar dai bulan Mei lalu, hix.. mau nekat baca yang bahasa inggris tapi ko ya gak tega hahay bilang aja maless... nih cover nya *dari hasil googling*


Dari hasil penelurusan yang saya dapat, novel ini ceritanya begini :
*kalo saya yang terjemahin ntar kaku mending gini aja yaah* ^^

Sapphire, the young teenage heroine of this book, finds that her mixed Mer and human blood enables her to travel into the underwater world of Ingo, and to communicate with Mer people and with sea creatures. Her brother Conor can navigate both worlds as well, with the help of the Mer boy Faro who has befriended them.

Sapphire and Conor struggle with their conflicting desires for both the world of air and the world of water. They keep this agonizing from their mother, who has only human blood. Their father Mathew gave in to his Mer blood two years prior, and left them for Ingo and for a Mer woman. Their mother now has a boyfriend, Roger, but life has been hard for her.

Under Ingo is “The Deep,” the forbidding dark underbelly of the ocean in which the Kraken, or sea monster, occasionally awakens and wreaks havoc on the world. Previously Kraken has required the sacrifice of two Mer children to go back to sleep. This time, the Mer ask the part-humans to try and subdue Kraken without a sacrifice (the Mer themselves are unable to go into The Deep). Sapphire and Conor agree to go if the giant whale (previously befriended by Sapphire) will help them get there.

Sapphire is sensitive, courageous, and loyal. Her family, living part-time in a fairy world, nevertheless seems endearingly “human.” She learns some important lessons in her quest to help the Mer: that “different” doesn’t mean “evil” though some would make it so, and that it’s easier to hate someone to whom you affix a dehumanizing label rather than accepting that reality is more complex. As Sapphire says, “I want monsters to stay monsters. It’s easier to think of the Kraken as a monster than to believe he might be like us. Or even worse, that we might be like him.”

====================================================================

Well, thats it for today..

Sekarang tinggal duduk manis dan menunggu novel ketiga dan keempat untuk muncul di Indonesiaa..cepeet yaa...cant hardly wait ^^

AddThis Social Bookmark Button

Link ke posting ini


 

Design by Amanda @ Blogger Buster